| |
|
|
| |
INFORMASI
KETENAGAKERJAAN DI ARAB SAUDI |
|
| |
|
|
| |
Perwakilan
Republik Indonesia di Riyadh (Kedutaan Besar Republik
Indonesia/KBRI di Riyadh dan Konsulat Jenderal RI/KJRI
di Jeddah) adalah Perwakilan RI di Arab Saudi yang
mempunyai tugas-tugas di antaranya mewakili,
merundingkan, mempromosikan, melindungi kepentingan
nasional, negara, pemerintah, dan warga Negara Republik
Indonesia di Saudi Arabia dan Kesultanan Oman. |
|
| |
|
|
| |
Di antara misi
tugas yang berkaitan dengan perlindungan warga negara
Indonesia (WNI) adalah meningkatkan perlindungan
terhadap kepentingan negara dan warga negara RI di Saudi
Arabia dan Kesultanan Oman khususnya masalah
ketenagakerjaan (TKI). |
|
| |
|
|
| |
Sebagai program
nasional pemerintah Indonesia, penempatan tenaga kerja
Indonesia ke luar negeri dapat menjadi salah satu
alternatif untuk memperluas kesempatan kerja bagi rakyat.
Namun demikian penempatan TKI ke luar negeri juga
memiliki ekses yang kurang menguntungkan karena masih
adanya TKI terutama tenaga kerja wanita (TKW) yang
mengalami hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak sesuai
dengan kesepakatan kerja. |
|
| |
|
|
| |
Dalam rangka
menanggulangi ekses tersebut, KBRI/KJRI melaksanakan
berbagai upaya perlindungan antara lain dengan membentuk
tim terpadu yang terdiri dari unsur-unsur KBRI/KJRI,
membentuk satuan tugas di daerah-daerah,
menyelenggarakan pelayanan kekonsuleran secara rutin ke
daerah-daerah, menyediakan rumah perlindungan sementara
dan memecahkan kasus secara on the spot atau di
kantor untuk kasus-kasus yang tergolong ringan. KBRI/KJRI
juga senantiasa menjalin kerjasama dengan instansi–instansi
terkait baik di Saudi Arabia maupun Indonesia serta
pihak-pihak lain yang sering menjadi tempat tujuan TKI
mencari perlindungan sementara sebelum sampai ke KBRI/KJRI.
KBRI/KJRI juga menjalin komunikasi dengan organisasi–organisasi
peduli TKI yang dibentuk oleh masyarakat seperti KPPI (Komite
Peduli Pekerja Indonesia). |
|
| |
|
|
| |
Pada umumnya Tenaga Kerja
Indonesia yang bekerja di Saudi Arabia
bekerja sebagai tenaga kerja informal, yaitu
sebagai pembantu rumah tangga dan sopir. Namun demikian,
belakangan ini TKI yang formal dan berkeahlian mulai
meningkat. Merekea bekerja pada sektor komunikasi,
perawat, dokter, engineering, design, manufacturing,
perhotelan, perkebunan dan sebagainya. |
|
| |
|
|
| |
Permasalahan yang menonjol
yang sering dihadapi oleh
pekerja informal adalah gaji yang tertunda/belum terbayar,
kesalahfahaman antara pekerja dengan mitra kerjanya/majikan, bekerja tidak sesuai dengan isi perjanjian kerja
yang ditandatangani dan sebagainya. Hal ini terjadi
antara lain karena
hambatan komunikasi yaitu bahasa, perbedaan kebiasaan/adat-budaya
setempat dan sebagainya. Permasalahan lain berkaitan dengan penilaian
hasil kerja, ketidaksiapan mental pekerja dan sebagainya. |
|
| |
|
|
| |
Terhadap permasalahan tersebut,
upaya penyelesaian dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur
kultural musyawarah kekeluargaan antara pihak pekerja
dengan majikan; dan jalur hukum yaitu berkoordinasi dengan instansi
berwenang di Arab Saudi. |
|
| |
|
|
| |
______________________________________________________________ |
|
| |
Kedutaan Besar
Republik Indonesia |
|
| |
Riyadh - Kerajaan
Arab Saudi |
|
| |
|
|